Liputan6.com, Seoul: Sukses film tiga dimensi (3D) Avatar dan Alice in Wonderland secara popularitas dan komersial mendorong para peneliti di Gwangju Institute of Science and Technology, Korea Selatan, mengembangkan teknologi itu pada buku. Sehingga, karakter-karakter dalam buku itu memungkinkan untuk bergerak, menggeliat, bahkan melompat, ke arah pembaca.
Menurut para peneliti, buku yang berisikan dongeng rakyat Korea itu harus dibaca dengan kacamata khusus. "Saat pembaca membalik dan menegakkan buku, animasi 3D-nya juga terlihat. Butuh tiga tahun untuk mengembangkan piranti lunaknya," kata Kim Sang-cheol, pemimpin proyek tersebut.
Kim mengatakan, teknologi itu dapat digunakan untuk semua jenis buku. Bahkan, katanya, piranti dapat digunakan untuk menampilkan gambar lewat smart phone atau museum. Sayangnya, kita masih harus menunggu cukup lama kehadiran buku 3D itu.
"Butuh waktu untuk memasarkan teknologi ini ke publik," kata Kim. "Saya juga tidak tahu harga pasti buku itu, tetapi harganya akan terjangkau bila diproduksi massal."(ANT/SHA)
Sumber : liputan6
Kamis, 25 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar